Tampilkan postingan dengan label LAYER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAYER. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 November 2013

GALERI TANDA-TANDA AVIAN INFLUINSA

 

Avian influinsa (AI) adalah salah satu penyakit yang sangat di takuti oleh para peternak. Perkembangan sekarang bukan hanya layer saja yang bisa terjangkiti virus AI ini. Perkembangan saat ini bebek, entog, ataupun angsa sudah terjangkiti virus AI ini. Pada tulisan kali ini akan kami kemukakan foto-foto tanada-tanda dari layer yang terjangkiti virus AI.

  • Adanya pendarahan pada telapak kaki

17092013968

  • Pendarahan di kelopak mata

17092013969

  • Adanya pendarahan di laring

17092013970

  • Adanya pendarahan di otak

17092013971

  • Adanya cairan kekuningan di bawah kulit

17092013972

  • Adanya pendarahan di hati

17092013973

  • Adanya pendarahan pada perlemakan abdomen

17092013974

  • Adanya pendarahan di jantung

17092013975

  • Adanya pendarahan di ovarium

17092013976

  • Adanya pendarahan pada lemak di gizard

17092013977

  • Adanya pendarahan di kelopak mata

17092013978

  • Pembuluh darah yang pecah

17092013981

  • Adanya pendarahan di paru-paru

17092013986

17092013998

  • Adanya pendarahan di proventikulus

170920131004

  • Muka dan pial berwarna biru keunguan karena adanya pendarahan

Muka dan pial biru tanda ada pendarahan

Dari beberapa foto diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pada saat bedah post mortem bila di temukan pendarahan dimanapun tempatnya kita patut curiga bahwa layer terjangkit virus AI.

semoga bermanfaat.

Sabtu, 10 Maret 2012

FAKTOR PENUNJANG PRODUKTIVITAS LAYER

Salah satu tujuan utama dalam peternakan unggas terutama layer adalah pencapaian produksi telur yang optimal. Namun kadangkala ada saja kendala yang menghadang dalam pencapaian produksi yang optimal.
Ada beberapa faktor yang perlu dikaji bilamana pencapaian produksi telur pada layer tidak bisa maksimal, atau bila sudah maksimal akan tetapi produksi yang dihasilkan tiba-tiba merosot dengan cepat atau tajam. Hal ini akan memberikan dampak buruk bagi peternak karena peternak akan mengalami kerugian yang sangat besar.
Beberapa faktor tersebut adalah :

  • Pakan
Pakan memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup ternak dan produktivitas ternak itu sendiri. pakan ternak yang baik adalah pakan yang kandungan nutrisinya mampu untuk memenuhi kebutuhan untuk melangsungkan hidup ternak tersebut dan untuk proses produksi. yang tak kalah pentingnya pakan jangan sampai terkontaminasi oleh bibit penyakait atau jamur.
  • Kondisi lingkungan
Kondisi lingkungan juga mempunyai peranan penting untuk pencapaian produksi telur yang optimal. Sebaiknya kondisi lingkungan kandang diciptakan untuk kenyamanan ternak yang kita pelihara. Suhu, kelembabaan, pencahayaan, dan sirkulasi udara di dalam kandang mutlak harus diperhatikan agar layer yang kita pelihara mendapatkan kenyamanan di dalam kandang.
  • Kualitas ayam
Kualitas ayam disini yang pelu diperhatikan adalah kwalitas starter, kwalitas grower. dan kwalitas layer itu sendiri. Pada masa tahapan-tahapan usia ayam tersebut sangat memerlukan perhatian dan tindakan yang tepat agar supaya produksi telur yang dihasilkan bisa optimal
  • Stress
Sebisa mungkin layer dijaga jangan sampai stres, karena stres memicu berkurangnya kesehatan dan kekebalan tubuhnya berkurang. Sehingga berbagai penyakit akan mudah menginfeksi. Yang perlu diwaspadai jangan sampai terjadi infeksi virus. Ada beberapa virus yang dapat menurunkan produksi telur. Yang paling saring terjadi adalah infeksi dari virus IB, ND, AI dan EDS.

Bila semua faktor tersebut dapat terpenuhi maka dapat dipastikan layer akan sehat dan produksi yang dicapai bisa optimal.

Jumat, 09 Maret 2012

PENTINGNYA BIO SECURITY

Biosecurity adalah hal yang sangat penting dan tak bisa dipisahkan dari tujuan pencapaian produksi yang maksimal dalam sebuah peternakan terutama peternakan unggas khususnya layer. Karena pada peternakan unggas terutama layer penyakit infeksius virus sangat tinggi, maka dibutuhkan sistem biosecuriti yang tepat untuk mengurangi penyakit infeksius dari virus untuk menanggulangi resiko kerugian yang besar dari para peternak.
Biosecuriti pada peternakan unggas terdiri dari 2 elemen penting yang tak bisa dipisahkan.2 elemen penting tersebut adalah :
  • BIO- KONTAIMEN
Bio kontaimen adalah pencegahan agar ternak unggas terutama layer terhindar dari infeksi virus. Dengan keberhasilan pengendalian virus yang berada dilapangan maka kemungkinan ternak unggas terutama layer akan terhindar dari penyakit infeksi virus sehingga kerugian bagi peternak dapat diminimalisir dan peternak dapat menghemat biaya untuk membeli obat-obatan.
  • BIO-EKSLUSI
Bio ekslusi adalah pencegahan agar virus yang sudah menginfeksi tidak menyebar atau menular ke unggas lain. Hal ini dapat mencegah kerugian yang lebih besar yang harus ditanggung oleh peternak.

Pada peternakan unggas terutama layer penerapan bio securiti yang tepat pada garis besarnya mempunyai tujuan sebagai berikut

  1. meminimalasir keberadaan bibit penyakit.
  2. meminimalisir agen penyakit untuk berhubungan dengan induk semangnya
  3. meminimalisir agen penyakit seminimal mungkin
  4. mencegah penularan penyakit dari peternakan tertular dan mencegah penularan penyakit
Meskipun biosecuriti bukan satu-satunya cara untuk pencegahan suatu penyakit, tetepi bio sekuriti merupakan prajurit pertama dalam pencegahan ataupun pengendalian penyakit.

Kamis, 08 Maret 2012

MYCOTOKSIN

Mykoyoksin merupakan suatu metabolit sekunder yang dihasilkan oleh jamur. Mykotoksin sangat merugikan bagi kelangsungan hidup makluk hidup. Mykotoksin menginfeksi makluk hidup melalui makanan yang tercemar, minuman yang tercemar atau melalui udara. Ada beberapa cara mycotoksin menginfeksi makluk hidup yaitu
  1.  mycotoksin menginfeksi bahan makanan sebelum panen
  2.  mycotoksin menginfeksi bahan makanan selama penyimpan atau pasca panen
  3.  mycotoksin menginfeksi ransum selama penyimpanan
  4.  mycotoksin menginfeksi saluran pencernaan ataupun pernafasan
ada beberapa jamur yang menginfeksi bahan makanan diladang sebelum panen yaitu nigospora, fusarium, caphalosporium, clasdoporium dan diplodia. Jamur yang paling berbahaya yang dapat menimbulkan toksikosis adalah jamur yang menginfeksi bahan makanan selama penyimpanan yaitu aspergilus flavus, dan jamur yang menginfeksi saluran pencernaan yaitu candida albicons.
Beberapa bahan makanan yang ditumbuhi jamur dan ditemukan mycotoksin yaitu padi, jagung, gandum, sorgum, dan kedelai. Pertumbuhan jamur dipengaruhi beberapa faktor yaitu intrensik dan ekstrensik. Bila kedua faktor ini memungkinkan maka jamur akan tumbuh dengan baik sehingga bahan makanan tersebut besar kemungkinan terinfeksi mycotoksin
Untuk mengatasi pertumbuhan jamur pada bahan makanan terutamabahan makanan untuk ternak maka perlu diperhatikan faktor intrensik maupun ekstrensik agar pertumbuhan jamur dapat dikendalikan. Tindakan itu meliputi 
  1. mengeringkan bahan makanan sampai kadar air <12%
  2. menyimpan bahan makanan ditempat yg kering . 
  3. mejaga agar tempat penyimpanan tidak lembab dengan memberi alas tempat penyimpanan bahan makanan dengan pallet. Jarak ideal minimal 15 cm dari lantai.
  4. menambahkan mycotoksin binder pada bahan makanan.
Ternak mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap mycotoksin terutama pada layer. Pada level 50 ppb saja sudah dapat menggangu pertumbuhan layer. Apalagi bila kadar mycotoksin sudah melebihi 50 ppb akan dapat menimbulkan efek toksikosis yang sangat merugikan bagi peternak.